Sabtu, September 05, 2009

Pasti ada Hikmahnya!

Alhamdulillah, ini adalah judul buku yang sebentar lagi diterbitkan oleh penerbit setia saya Gava Media, Yogyakarta...

Tujuannya adalah sharing berbagai macam cerita pribadi maupun beberapa cerita atau artikel yang saya tulis di BLOG ini maupun yang belum sempat saya share dimanapun, semoga dengan terbitnya buku ini, jutaan orang bisa menjalani kehidupan ini dengan positif, karena apapun yang kita alami, baik maupun buruk, semua pasti ada hikmahnya...

Insya Alloh, buku ini bisa menginspirasi jutaan orang di Indonesia khususnya, agar bisa lebih sabar, lebih tegar, lebih tabah dan selalu berpikir positif dalam menghadapi hidup dan kehidupan. Apalagi banyak cerita yang saya tulis dalam buku telah menginspirasi banyak rekan, sahabat saya...

Sebenarnya apa saja yang Anda dapatkan dari buku ini, berikut cuplikan judul-judul artikel maupun cerita hikmah yang ada dalam buku ini...
  • Alloh sebenarnya sudah mengabulkan doa kita, tetapi...
  • Mo sukses? Berani gagal!
  • Berani bermimpi
  • Maaf! Tidak ada kata 'Putus Asa' dalam kamus Hidup Saya
  • Pelajaran dari laptop yang error!
  • Refeleksi Tahun 2007!
  • Waspadailah dengan pikiran 'kotor'
  • Kekuatan D.U.I.T
  • Hidup ini adalah anugerah
  • Dompet Uang
  • Dan masih banyak lagi, total ada 42 artikel/cerita plus bonus 10 artikel, jadi ada 52 artikel
  • Masih ditambah bonus CD Audio senilai Rp. 50.000,00
Semoga bermanfaat...

Kamis, Mei 28, 2009

Sepuluh Kriteria Aliran Sesat

  • Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
  • Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
  • Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
  • Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
  • Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
  • Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
  • Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
  • Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
  • Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
  • Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i
Sumber: MUI

Sabtu, Mei 02, 2009

“Mazhab” Walt Disney pada Umat Islam

Umat Islam, kini sudah tidak lagi mampu membedakan kehidupan yang nyata dan simulasi. Kita sudah menjadi pengikut “Mazhab Walt Disney”

Oleh: Ja’far Karim *

Ada film dokumenter dari Amerika tentang sekelompok orang yang menangani masalah budaya konsumtif. Film “What Would Jesus Buy?” (Apa Yang Akan Dibeli Oleh Yesus?). Cerita berpusat pada perjalanan seorang yang berperan sebagai pendeta fiktif dari “Gereja Berhenti Berbelanja”. Bersama istrinya dan kor sukarelawan, mereka berkeliling Amerika, menyerukan masyarakat agar tidak mengumbar belanja dan tidak terjerat hutang melalui kartu-kartu kredit.

Terkadang aksi mereka di pusat-pusat perbelajanaan selama “musim belanja” menjelang hari Natal, berakhir ketika “Pendeta Billy” ditahan oleh polisi. Masyarakat Amerika beruntung memiliki orang seperti ini, tetapi siapa yang maju untuk mengingatkan komunitas Muslim tentang bahaya konsumerisme seperti itu?

***

Seputuh tahun ini, budaya baca di kalangan Muslim meningkat tajam. Jutaan buku dan ribuan toko, merupakan indikasi peningkatan budaya membaca di Indonesia. Melihat peluang pasar yang meningkat, para penerbit membanjiri pasar dengan judul-judul buku yang baru. Ada yang bersifat menghibur, ada yang mengekor kepada pemahaman yang diambil dari non-Muslim, bahkan ada buku Islam yang isinya penghujatan langsung terhadap Islam.

Buku cerita pendek dan fiksi dengan cap seolah-olah “islami” berjibun banyaknya. Karena ingin dianggap “islami”, para penerbit memaksakan buku yang sesungguhnya lebih layak disebut budaya pop ketimbang Islam itu sendiri.

“Hadis for Teenagers”, “Semakin Gaul Dengan Hadis” atau “Tahzan for Broken Hearted Muslimah” adalah judul-judul yang sering disebut lebih gaul.

Namun yang jelas, buku-buku yang meminta disebut “islami” dan sebagai sumber hiburan merupakan makhluk yang baru.

Mengekor?

Dulu, sebelum gerakan ghawazul-fikri ditinggalkan untuk mengejar kebahagiaan materialistis, banyak Muslim masih curiga dan menolak karya-karya para “orientalis”. Sekarang mereka sudah mulai belajar sejarah dan prinsip-prinsip agama Islam dari mereka. Buku-buku para orientalis yang “ramah terhadap Islam” mulai memenuhi rak-rak buku, seperti karya Karen Armstrong, yang menulis tentang “Sejarah Islam Singkat”.

Kalau karya-karya para akademisi non-Muslim masih terasa berat, masih ada konsep-konsep yang lebih mudah dicerna yang ditawarkan oleh para ahli membual dari Barat, seperti film dan buku yang tenar, yaitu “The Secret”. Sebagian besar penggemarnya menerima ide sentralnya secara tidak kritis, menutup mata terhadap hal yang bisa bentrok dengan pemahaman agama. Ada beberapa Muslim sudah menulis buku yang didasarkan “Law of Attraction”, atau hukum tarik-menarik, yang menjadi konsep utama dari “The Secret”. Tidak banyak yang tahu bahwa film sukses ini adalah produksi yang dimotori oleh Esther Hicks, seorang perempuan yang mengklaim kesurupan sekelompok entitas yang menamakan dirinya sebagai “Ibrahim”.

Ada buku “Al-Qur’an, The Ultimate Secret” karya Astrid Darmawan, yang “hijrah” dari foto model ke sufisme. Juga ada “Qur’anic Law of Attraction: Meraih Harapan Dengan Energi Ilahi” oleh Rusdin Rauf. Sampul kedua buku ini dimiripkan dengan sampul dan bentuk khas dari buku laris “The Secret”. Sementara belum menemukan tanggapan yang tuntas dari segi Islam, sudah ada karya yang kritis dari pandangan Kristen, yaitu buku “There is More to the Secret”. Kesimpulannya, hukum alam yang dipaparkan dalam “The Secret” digunakan untuk mengejar tujuan hedonis dan untuk “memajukan budaya konsumerisme”.

Belum sempat membahas “The Secret”, muncul buku-buku bertema Quantum. Setidaknya, sampai hari ini, sudah terhitung ada 15 judul buku bertajuk Quantum. Ada Quantum Teaching, Quantum Doa, Quantum Ikhlas, Quantum Shalat, dll.

Entah apa para penerbit atau penulis menganggap bahwa “quantum” berarti “cepat”, tetapi upaya mereka sesungguhnya serba salah. “Quantum” sebenarnya hanya suatu ukuran (seperti “sejumlah” atau “sebidang”), dan konsep-konsep Islam seperti di atas bukan sesuatu yang enteng atau pantas dikemas sebagai semacam “spiritualitas instan”. Sepertinya yang diharapkan adalah “Quantum Omzet”. Upaya tersebut, lebih tepat sebagai usaha memperlancar urusan bisnis.

Tentu saja masalahnya di sini adalah Haq dan Baatil dicampuradukkan. Judul-judul di atas bukan karya dari kalangan mereka yang dianggap liberal, tetapi buku-buku yang dikemas sedemikian rupa untuk pangsa pasar tertentu, yaitu para Muslim “mainstream” dari kelas tengah.

Wajah Bible

Sudah terjadi sebagai peristiwa dunia, seperti non-Muslim yang membuat kartun dan film pendek yang menghujat Islam, yang dilawan begitu keras oleh komunitas Muslim. Juga terjadi reaksi keras terhadap sekte-sekte yang menyimpang dari ajaran Islam di Indonesia. Namun ada penghujatan yang terjadi secara intern di komunitas Muslim yang tidak dikritik, malah berkembang dalam berbagai bentuk. Yang dimaksud adalah ayat-ayat Al-Qur’an atau kalamatullah yang digabung dengan gambar-gambar kartun dalam bentuk komik.

Hal ini tidak dilakukan sambil lalu, tetapi dengan judul khusus, seperti “Juz ‘Amma Bergambar untuk Anak”, “Juz Amma Lengkap Bergambar”, dan beberapa versi lainnya. Sesuai judul, ayat-ayat suci dihiasi dengan gambar-gambar, yang dipaksakan untuk “menerangkan” arti dari ayat. Terkadang ini dilakukan dengan menampilkan berbagai penggambaran tentang dosa dan maksiat. Sebagian besar gambar ini tidak ada hubungan dengan ayat dan merupakan hiasan belaka.

Barangkali masih perlu diingatkan bahwa membuat gambar makhluk hidup merupakan dosa dalam Islam. Meski begitu, betapa beraninya kalau gambar yang dibuat dicetak secara lux bersama ayat-ayat Al-Qur’an, dengan tujuan meraih sedikit keuntungan di dunia yang fana ini! Kira-kira apa lagi yang dapat dikatakan untuk mengingatkan orang-orang yang masih memiliki keimanan kepada Allah SWT di dalam hatinya?

Sedemikian kasarnya penggambaran ini, sampai-sampai ada deretan gambar yang menampilkan progresi usia dari muda sampai tua. Ini diawali dengan gambar sperma [!], yang timpang dengan gambar bayi, gambar anak, dan seterusnya, di halaman ayat-ayat dari Surat At-Tariq. Jenis buku seperti ini sudah mengikuti jejak umat Kristiani, yang sudah lama mencetak versi Bible yang bergambar untuk anak-anak.

Kalau masih belum “puas”, ada seri buku lux yang berjudul “Quranku Sahabatku”. Sampulnya dihiasi dengan adegan-adegan anak-anak yang bermain, dan sama sekali tidak menampilkan ajaran atau budaya yang diambil dari Islam maupun Al-Qur’an.

Yang terahkir adalah judul yang membuat jiwa dan raga seorang Muslim menggetar, yaitu “Komik-Qu Adalah Komik Al-Quran!” Di sampulnya ada banyak gambar yang membingungkan, seperti orang yang duduk dan menonton televisi, anak yang melompati tali, murid yang duduk dengan wajah bosan, anak yang menatap Al-Qur’an sembari menggaruk kepala seperti orang bingung, dan kartun Muslimah yang berdiri di balik gunung seolah akan terbang ke langit.

Konsumerisme “Islami”

Sayangnya berkembangan pasar buku-buku Islam terlihat lebih didorong oleh keinginan untuk mencetak laba dan untuk menaikkan citra penulis ke tingkat selebritis. Menurut Patrick Haenni dan Husam Tammam, dalam artikel mereka berjudul “Islam yang Ber-AC di Mesir” (Le Monde Diplomatique, Sept. 2003), “Nilai dari tren ini jauh dari revolusioner. Alih-alih ia merupakan nilai fana dan ketidakpuasan yang penuh keputusasaan: yaitu hedonisme, kenyamanan individu dan konsumsi."

Mereka menjelaskan yang terjadi di Mesir. Di mana hijab tak lagi menunjukkan obsesi dengan identitas sebagai Muslimah, tetapi merupakan ekspresi kenyataan dari globalisasi, reformasi pasar dan konsumerisme. Ia malah sudah diambil alih oleh industri busana. Ini sudah tampak jelas dalam sebagian dagangan yang dikemas untuk pasar konsumen Islam di Indonesia. Ada perjalanan haji bersama para selebritis.

Kita sudah banyak yang tidak lagi mampu membedakan kehidupan yang nyata dari simulasi, animasi, dan semua yang virtual. Kita sering tak sadar bahwa sudah menjadi pengikut “Mazhab Walt Disney”.

* Penulis terlahir sebagai orang Amerika. Kini menjadi muslim dan menjadi warga Indonesia.

Sumber:

* Hidayatullah

Senin, April 13, 2009

Betapa beruntungnya aku ya Alloh...

Ketika kita berdoa mohon kesabaran, bukankah Alloh akan memberikan peluang bagi kita untuk melatih kesabaran?

Ketika kita berdoa mohon kekuatan, bukankah Alloh akan memberikan peluang bagi kita untuk melatih kekuatan?

Ketika kita berdoa mohon kemudahan, bukankah Alloh akan memberikan peluang bagi kita untuk melatih dengan kesulitan yang akhirnya kita menjadi pintar dan mudah melakukan sesuatu?

Beberapa hari belakangan ini pada saat2 harus mendampingi tim untuk mengejar deadline projek di akhir april 2009. aku terkena sariawan, badan rasanya gak enak dan pusing-pusing...
sementara itu aku masih merasakan bagaimana aku iri dengan istriku yang memang di awal mei 2009 diberi kesempatan Alloh untuk menunaikan ibadah umroh dengan separo bayaran dari temennya...

Saat aku mulai bertanya "ya Alloh mengapa nasibku spt ini..." aku mencoba menepis dengan pertanyaan dan doa yang jauh lebih baik, "Ya Alloh berikanlah kepadaku kekuatan untuk menjalani segala macam cobaan dari-Mu, baik atu buruk sekalipun, aku saat ini sariawan dan pusing2, tolonglah aku... apa yang hendak Kau sampaikan kepadaku..."

Beberapa hari kemudian setelah aku memohon pertolongan Alloh untuk sakitku, ibu memberiku obat untuk menurunkan kadar gulaku yang saat ini sedang tinggi, di saat spt inilah aku betul2 merasakan kasih sayang seorang ibunda yang telah melahirkan aku. Aku juga sempat membeli obat untuk sariawan sebagai upaya untuk kesembuhan diriku...

Saat pikiranku mulai menanyakan lagi "Ya Alloh mengapa kau buat aku begini..." dan kemudian kucoba untuk berbincang2 dengan-Mu "Ya Alloh apa yang hendak Kau sampaikan kepadaku? Aku tahu sakitku ini karena masih banyak dosa2ku yang dilebur, aku yakin sariawan, pusing2ku ini merupakan leburan untuk dosa2ku, amin", sesaat setelah itu aku diberi kesempatan nonton film Evan Almighty (film yang sebenarnya rodo gak mutu) yang malah kemudian akhirnya aku menuliskan catatan ini, karena ada beberapa pernyataan dalam film tersebut yang akhirnya membuat ku tersadar...

Ya Alloh seharusnya aku bersyukur kepada-Mu, karena telah Kau berikan aku peluang untuk sabar, peluang untuk meleburkan dosa-dosaku di dunia, peluang untuk lebih dekat dan sayang kepada-Mu, peluang untuk lebih menghargai kesehatan...

Ya Alloh, aku tahu Engkau begitu sayang pada diriku... berikanlah kekuatan kepadaku untuk tetap dan semakin sayang kepada-Mu... amin!

One act of random kindness at a time. [quote dari film "Evan Almighty"]

Semoga bermanfaat...

Sabtu, Februari 07, 2009

Keuatan Cinta dan Semangat Hidup...

Sengaja aku tulis catatan ini untuk mengingatkan diriku akan kekuatan cinta dan semangat hidup...

Waktu itu tanggal 13 Juli 2008, aku divonis mengidap Hepatitis-A, sampe semua kulitku kuning...

Rasanya lemas dan 'capek' sekali...

Masuk RS sudah jam 01.00 dini hari (tgl 14 juli 2008), sebelumnya aku diantar istri untuk ke dokter dan periksa lab., waktu itu anakku Fafa juga ikut. Cukup lama menunggu hasil dari lab yang akhirnya memang positif Hepatitis-A, dan memaksa aku untuk tinggal beberapa hari kedepan di RS.

Saat itu aku betul-betul pasrah, aku hanya merasakan bahwa ini adalah ujian dari Alloh sekaligus tebusan dari dosa-dosaku selama ini kepada-Nya, dan pada saat itulah aku betul-betul bisa merasakan kasih sayang Alloh karena memberikan aku istri yang terbaik, cerdas, dan setia di dunia...

Mungkin orang lain akan memandang hal ini sebagai putaran kehidupan dunia yang biasa saja, namun aku bisa melihat kejadian ini dari sisi kehidupan yang luar biasa. Bagaimana beruntungnya aku memiliki istri yang begitu sabar, setia, dan sekaligus tenang dalam menghadapi sakitku ini mendampingiku hingga beliau tidur di lantai di sisi tempat tidurku di RS (hingga di pagi hari sakit perut), aku coba untuk menahan tetes air mata agar tidak menambah beban lagi bagi istriku...

(Ternyata saat beberapa beberapa hari keluar dari RS, beliau mengaku betul-betul merasa panik dan cemas tetapi tidak ditunjukkan kepada-ku, agar aku juga bisa merasa tenang dan mempercepat kesembuhanku, subhanalloh, alhamdulillah ya Alloh....)

Dan aku sangat bersyukur juga memiliki anak2 yang luar biasa yang diamanahkan kepada kami. Aku masih ingat bisikan dari anakku Fafa saat meninggalkan lab RS untuk mencari RS rujukan mondok, "Yah... jangan meninggal dulu ya...!", betapa aku harus menahan air mata dan saat itu juga aku menemukan kekuatan yang aneh untuk tetap bertahan dan bertekad tidak akan lama-lama mondok di RS...

Saat-saat mondok di RS itulah aku baru mengetahui kekuatan aneh itu adalah kekuatan cinta kasih dan semangat hidup....

Saat-saat mondok itulah aku juga merasakan bagaimana kasih sayang Alloh telah membuat diriku mendapatkan berbagai macam 'surprise', termasuk dapat buku gratis yang telah lama aku inginkan, kunjungan dari orang-orang yang tak pernah kusangka, sebagai peluruh dosa-dosaku, ditunjukkan-Nya kasih sayang istri dan anak-anakku dan masih banyak lagi...

Begitu beruntungnya diriku...

Aku jadi teringat akan firmanya di al Baqarah (2):286, "bahwasanya Alloh tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya", dan juga Asy Syuara (26):80, "dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku", dan juga al Baqarah (2):45, "jadikanlah sabar dan shalat itu sebagai penolong kamu".

Alhamdulillah, walaupun dokter yang merawatku mengatakan minimal harus 3 minggu mondok di RS untuk memulihkan kesehatan, dengan kekuatan berpikir positif dan fokus pada kesembuhan, Alloh memberikan waktu yang lebih singkat hanya 10 hari saja di RS, selebihnya istirahat di rumah... Terima kasih ya Alloh atas karunia dan barokah-Mu....

Terima kasih ya Alloh, telah Kau buatkan hari-hari yang indah luar biasa bagi diriku dan keluargaku, aku bisa merasakan keberlimpahan luar biasa dari-Mu, terima kasih ya Alloh, terima kasih...

Alhamdulillahirobbil'alamin...